|
Menu Close Menu

Selamatkan Penerus Bangsaku dari PCC yang Terus Menggerogoti

Sabtu, 23 September 2017 | September 23, 2017 WIB


Multimedianews.polri.go.id - Sabtu (23/09/2017), Pembaca sekalian yang budiman, tentunya telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar berita mengenai pil PCC dan dampak buruk yang ditimbulkan. Bukan hanya menyebabkan ketergantungan, pil sesat ini juga bisa menimbulkan efek halusinasi, efek kelainan kejiwaan hingga menelan korban jiwa. Yang lebih menyedihkan lagi, sasaran peredaran pil ini sudah menjangkit para anak-anak dibawah umur, sungguh tragis bukan? Penerus bangsaku digentayangi pengaruh buruk pil menyesatkan ini, nasib keberlangsungan bangsa seakan menjadi tergadaikan oleh prilaku buruk para putra bangsa yang terkena dampak buruk penggunaannya.



Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh redaksi, didapatkan data yang sungguh mengerikan terkait korban jiwa, penyebaran dan penyalahgunaan obat ini. Data terabit didapatkan dari hasil upaya penindakan yang dilakukan kepolisian, sesuai dengan instruksi Kapolri yang mencetuskan perang terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya, yuk kita simak data berikut :

Penyebaran PCC di Kendari menelan korban sebanyak 67 orang, 2 diantaranya meregang nyawa setelah kejang-kejang dan berhalusinasi hingga melompat dari jembatan.

Penyebaran PCC di Jayapura berhasil terendus aparat, sebanyak  1.010 butir PCC diamankan.

Penyebaran PCC di Jakarta Timur, sebanyak 19.000 butir PCC diamankan.

Penyebaran PCC di Jawa Timur berhasil dilakukan penggerebekan di Daerah Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur dan didapati 1.240.000 butir pil Zenith, 35.000 butir carnophen dan 100.000 butir dexomethorpan.

Penyebaran PCC di Batu Raden, diamankan sebanyak 152.000 butir pil PCC.


Selain itu, upaya penggagalan penyelundupan dan pemasokan bahan baku PCC juga berhasil dilakukan kepolisian, baru-baru ini kepolisian berhasil mengamankan pasutri pemasok bahan baku pembuatan PCC sebanyak 4 juta ton. Tidak berhenti dis-tu, kepolisian secara fokus dan intens melakukan pengembanan dan mengamankan kembali jutaan ton bahan baku pembuatan pil PCC di Kepulauan Bintan dan Jakarta.



Akankah kita diam saja?? akankah kita hanya bertopang dagu saja menonton anak-anak bangsa terbawa arus negatif dari efek stimulan penggunaan pil sesat tersebut?



Tentunya kepolisian tidak dapat bekerja sendiri untuk memberantas peredaran barang haram yang sudah menjamah para anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga para sesepuh yang sudah renta. Keberhasilan polisi tidak lepas dari partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait keberadaan dan peredaran barang haram tersebut di lingkungan masyarakat.



Mari bersama Polri dan isntansi terkait kita bersama-sama berdiri di lapisan terdepan dalam peperangan melawan narkoba, mari kita selamatkan generasi penerus bangsa!! Maksimalkan peran serta dang tanggung jawab kita, berikan pengawasan secara intensif kepada anak dan lingkungan pergaulannya.



Mariah jadikan diri kita sebagai agen-agen kepolisian, jadikan diri kita polisi untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Selamatkan bangsaku,, selamatkan anak negriku,, selamatkan keberlangsungan bangsaku…. Jagalah keberlangsungan negara kita dari narkoba yang terus menggerogoti.




Saya Perangi Narkoba karena Saya Cinta Bangsa Indonesia yang Bersahaja.(ex/lm/rp)
Bagikan:

Komentar